Tampilkan postingan dengan label Chant and Song. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Chant and Song. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Desember 2011

BEHIND THE CHANT: FIGHT FOR MAN UNITED FC






"From the banks of Irwell
To Sicily
Where we will Fight! Fight! Fight!
For (Man) United FC!
Ooo... Ooo...
Eee... Eee..."

Siapa fans United yang tidak tahu dengan chant "Fight For Man United FC" sekarang? Rasanya tidak ada, karena chant ini sedang hits di kalangan Red Army di Manchester sana dan akhirnya mewabah sampai ke fans United di Indonesia. Chant inipun akhirnya menjadi salah satu chant wajib yang selalu dinyanyikan selain "U-N-I... T-E-D", "Take Me Home", dll.

"Fight For Man United FC" ini mulai happening di musim 2010/11 ketika fans United menyanyikannya beramai-ramai di kafe dan bar-bar terbuka di Gelserkichen, saat United menjalani laga away semifinal 1st leg Champions League melawan Schalke 04 (lihat video di atas). Chant inipun semakin tenar setelah Scott The Red memposting video rekaman aksi Red Army tersebut di blog nya, The Republik of Mancunia

Darimana chant ini berawal? Well, semua berawal saat Manchester United bertemu Olympique Marseille di babak 16 besar Champions League 2010/11.



Nada chant ini sebenarnya adalah sebuah template chant di Liga Perancis, hampir setiap fans klub disana menyanyikan chant ini, tentu saja dengan lirik yang berbeda-beda sesuai dengan klub yang didukung. Saya ingat betul fans Marseille menyanyikan chant ini dengan cukup luar biasa saat mereka bertandang ke Old Trafford waktu itu, terdengar nyaris hampir 10 menit. (Terlintas dalam benak saya, wah asyik juga nih chantnya Marseille, coba United punya chant kayak gini... dan ternyata kesampaian... Hehehe...)



Ternyata Red Army disanapun berpikiran sama, mereka mengambil nada chant tersebut dan kemudian mengganti liriknya dengan lirik dari salah satu chant legendaris "Fight For United".


"From the banks of river Irwell
To the shore of Sicily
We will Fight! Fight! Fight! For United
Till we win the football league
To hell with Liverpool
To hell with Man City
They're shit!"


Nada chant legendaris ini diambil dari lagu (hymne) resmi Angkatan Laut Amerika Serikat (US Marine Corps).



"From the Halls of Montezuma
To the shores of Tripoli,
We fight our country's battles
In the air, on land, and sea."

Saat awal chant "Fight For Man United FC" dinyanyikan ada beberapa yang kurang setuju dengan penggunaan chant ini, alasannya secara umum ada dua: pertama, nadanya nggak Inggris banget dan terlalu mendayu. Memang kalau kita cek chant-chant United (dan klub Inggris lain pada umumnya), rata-rata temponya cenderung cepat, saya pikir hanya "We'll Never Die" yang agak slow dan mendayu.

Alasan kedua, karena (agar sesuai dengan nada) banyak yang menyanyikan chant ini menghilangkan kata "Man" saat lirik:

Where we will Fight! Fight! Fight! For (Man) United FC!

Argumen mereka yang tidak suka dengan chant ini adalah jika kita menghilangkan kata "Man" maka akan menjadi rancu karena hanya menjadi "United FC" saja, sehingga bisa disalahartikan dengan mendukung FC United of Manchester (FCUM).





Pada akhirnya meski sempat timbul perdebatan, "Fight For Man United FC" ini bisa diterima luas di kalangan fans, buktinya adalah saat pertandingan away melawan Blackburn Rovers dalam penentuan gelar ke-19 musim 2010/11 lalu, chant ini bergema selama hampir 15 menit dari away fans end di Ewood Park. Pada perkembangannya, chant ini kemudian dinyanyikan dengan tempo yang lebih cepat.



Terakhir, sebagai info tambahan, The Banks of Irwell (tepi sungai Irwell), adalah nama sungai yang membelah kota Manchester, salah satu sungai yang menjadi ciri khas kota Manchester selain sungai Medlock. Dari tepi sungai Irwell inilah peradaban mulai berkembang di awal-awal berdirinya kota Manchester pada tahun 79 M. Sesuai prinsip "dimana ada sumber air, disitu pasti akan berkembang kehidupan", begitulah yang terjadi dengan awal mula peradaban kota Manchester yang berpangkal pada sungai Irwell dan juga Medlock.


Pemandangan sungai Irwell di wilayah pedesaan The Cliff, Manchester.


Pemandangan Sungai Irwell yang membelah kota Manchester.

Kemudian chant ini juga menyebut  nama Sicily (The Shore of Sicily atau pantai Sisilia), sebuah tempat yang sudah sangat terkenal di Italia. Kenapa Sicily? Sebab Italia adalah salah satu negara Eropa paling selatan, dan karena pulau Sicily terletak di ujungnya, maka secara geografis Sicily bisa disebut sebagai ujungnya benua Eropa bagian selatan.


Pulau Sicily


Sicily dalam peta Italia

Jadi kurang lebih makna dari chant "Fight For Man United FC" ini adalah: Mulai dari tempat kami (Red Army) berasal/berpijak (Irwell) sampai nun jauh ke ujung Eropa sana (Sicily), kami akan terus ada untuk United dan mendukung United, fight for United!





Demikian sekilas behind the chant dari "Fight For Man United FC". Now let's sing it with proud lads!


"From the banks of Irwell
To Sicily
Where we will Fight! Fight! Fight!
For (Man) United FC!

Ooo... Ooo...

Eee... Eee..."



 
Bonus: Emily Jane saat menyanyikan chant "Fight For Man United FC"... so cute and funny... :)




Kamis, 15 Desember 2011

BEHIND THE CHANT: STRETFORDENDERS (BERTIE MEE...)


"Bertie Mee said to Matt Busby,
'Have you heard The North Bank Highbury?'
"No," said Matt, "You Cockney Twat,"
"But I've heard The Stretford...enders!"
Chant ini termasuk salah satu chant populer dan sering dinyanyikan Red Army, terutama saat United bertemu Arsenal. Nah, kali ini saya akan coba bahas sekilas tentang Bertie Mee dan The North Bank Highbury yang ada di chant ini, here it is...

BERTIE MEE
Siapa Bertie Mee? Mee adalah salah satu manajer tersukses dalam sejarah Arsenal, dia mengarsiteki Arsenal dari tahun 1966 s.d 1976.

Bertie Mee membawa The Gunners meraih gelar Eropa pertamanya, Fairs Cup (Europa League sekarang) pada tahun 1970, sekaligus mengakhiri puasa gelar Arsenal selama 17 tahun, yang (saat itu) terakhir mengangkat trofi Liga Inggris 1952/53.

Setahun berikutnya Bertie Mee mengantar Arsenal meraih Double Winners, juara liga dan FA Cup 1970/71.
Penunjukan Bertie Mee sebagai manajer Arsenal sebenarnya merupakan sebuah kejutan besar, bahkan bagi Mee sendiri. Kenapa? Karena dia awalnya hanya seorang fisioterapis klub! Ini berarti sama saja misalnya United menunjuk fisioterapis klub, si botak Rob Swire, sebagai manajer dan lantas sukses besar! Hahaha...

Opsi awal kontrak Mee saat itu adalah apabila dalam setahun dia gagal, maka ia diperbolehkan untuk kembali bekerja sebagai fisioterapis klub.

Karena tidak terlalu fasih tentang taktik, maka di awal tugasnya Bertie Mee menunjuk dua orang asisten, salah satunya adalah Dave Sexton, yang nantinya menjadi manajer United pada tahun 1977 s.d 1981.
Dave Sexton, asisten Bertie Mee, yang kelak menjadi manajer United
Ok, itu sekilas tentang Bertie Mee, sekarang mari kita lanjut dengan The North Bank.

THE NORTH BANK HIGHBURY
The North Bank adalah nama tribun yang biasa ditempati Die Hard Gooners, karena itulah dalam chant ini Sir Matt berkata bahwa ia hanya pernah mendengar Stretfordenders, dengan maksud menyindir The North Bank yang kalah riuh.

Bagi yang sudah menyaksikan Liga Inggris dari saat Arsenal masih bermarkas di Highbury, posisi The North Bank ada di sebelah kiri layar televisi, persis seperti Stretford End di Old Trafford.
Sekarang meski sudah pindah ke Emirates, nama The North Bank tetap dipakai, untuk posisi tribun yang sama, sebelah kiri layar televisi.
Masih ingat match dimana United menghancurkan Arsenal 4-2 di Highbury pada musim 2004/05? Siapa pencetak gol terakhir United? Yup, John O'shea! Dia men-chip bola dengan indah di hadapan tribun The North Bank saat itu.

Gol O'shea tersebut mengunci kemenangan United 4-2 atas tuan rumah dan sekaligus membungkam tribun The North Bank. Good job Sheasy!

BEHIND THE CHANT: ARE YOU WATCHING MERSEYSIDE?!

  

"Are you watching Merseyside?
Are you watching...
Are you watching...
Are you watching Merseyside!"
"Oh Merseyside! (Oh Merseyside!)
Is full of shit! (Is full of shit!)
Oh Merseyside is full of shit..
It's full of shit, shit, and more shit!
Oh Merseyside is full of shit!"
"You Scouse bastard!
You Scouse bastard!
You Scouse bastard!"
 
Sebagian besar fans United sudah tidak asing lagi dengan chant-chant di atas. Hampir di setiap pertandingan, Red Army mengumandangkan chant-chant tersebut, begitu juga fans United di Indonesia, sering menyanyikannya saat nonton bareng (nonbar) --meski bukan melawan Liverpool-- sebagai simbolisasi ejekan dan kebencian sampai mati pada seteru abadi dari kota pelabuhan itu.

Merseyside dan Scouser... dua kata yang akan selamanya melekat pada Liverpool Football Club... dua kata yang akan selamanya diteriakkan fans United dengan api kebencian.

So, apa itu Merseyside dan Scouser? Berikut penjelasan singkatnya.

MERSEYSIDE

Merseyside adalah 1 dari 5 provinsi yang terletak di wilayah Inggris Barat Laut (North West England). 4 provinsi lainnya adalah Cheshire, Cumbria, Lancashire, dan Greater Manchester.
Posisi Merseyside (merah) dalam peta Inggris
Merseyside dalam wilayah Northwest England
Pembagian 5 wilayah Merseyside
Bendera Merseyside
Lambang Merseyside

Nama Merseyside diambil dari nama sungai Mersey yang mengalir sepanjang provinsi ini.
Potret Sungai Mersey dari udara
Sungai Mersey

Merseyside sendiri terdiri dari 5 wilayah: Knowsley, St. Helens, Sefton, Wirral, dan Liverpool. Nah Liverpool inilah yang menjadi wilayah terpadat sekaligus sebagai ibukota dari provinsi Merseyside.
Pusat kota Liverpool
Jadi saat fans United ngechant "Are you watching Merseyside?" sebenarnya mereka mengejek dalam sekup yang lebih luas, tidak hanya sebatas penduduk kota Liverpool.

Kenapa tidak "Are you watching Liverpool?" Karena mayoritas penduduk Merseyside adalah pendukung LFC maka kalimat "Are you watching Merseyside?" lebih tepat untuk dipakai. Perumpamaannya kurang lebih sebagaimana mayoritas penduduk Jawa Barat --tidak hanya kota Bandung-- adalah pendukung Persib.
 
 

Luas wilayah Merseyside adalah 645 km2, ini berarti sedikit lebih kecil dari DKI Jakarta yang mempunyai luas 740 km2.

Sementara luas kota Liverpool adalah 111 km2, jauh lebih kecil dari kota Depok yang mempunyai luas 200 km2. Ini juga berarti kota Liverpool cuma 2 kali lebih besar dari wilayah Cimanggis.

Jumlah penduduk provinsi Merseyside ± 1,3 juta jiwa, hanya berbeda sedikit dengan Depok yang mempunyai penduduk ± 1,1 juta jiwa.

Sementara jumlah penduduk kota Liverpool adalah 434.900 jiwa, yang berarti cuma 1/5 dari total penduduk Jakarta Selatan.

Mayoritas penduduk Merseyside dan terutama kota Liverpool bekerja di industri jasa-niaga. Meski terkenal sebagai kota pelabuhan, faktanya kini hanya sekitar 10 % Scousers yang terjun di sektor tersebut.
Albert Dock, dermaga utama kota Liverpool

Sebagai kota pelabuhan, maka wajar bila penduduknya cenderung kasar dan suasana di beberapa sudut kotanya agak kumuh, gambarannnya kurang lebih sama dengan daerah Jakarta Utara khususnya Tanjung Priok. Hal inilah yang memotivasi Red Army dan fans klub lain untuk menyanyikan chant yang menyindir tingkah laku barbar dan kondisi sosial ekonomi Scousers yang memprihatinkan, seperti chant "In Your Liverpool Slum", "Feed The Scousers", "You'll Never Get a Job", dll.
"Feed the Scousers... let them know it's Christmas time!"

"Sign on... sign on... with hope in your heart...
and you'll never get a job... you'll never get a job!"

Beberapa sindiran terhadap Scousers:
Reaksi Scousers terhadap kebijakan tenaga kerja
Feed The Scousers, let them know it's Christmas time!
Scouser akan mencuri apapun, waspadalah!
Headline kontroversial harian The Sun yang mengungkapkan prilaku barbar Scousers
Beberapa gambaran "Liverpool Slum":
 
 
"In your Liverpool slums
You look in a dustbin for something to eat
You find a dead rat and you think it's a treat
In your Liverpool slums

In your Liverpool slums
Your mum's on the game and your dad's in the nick
You can't get a job 'cause your too fucking thick
In your Liverpool slums

In your Liverpool slums
You wear a shell suit and have got curly hair
All of your kids are in council care
In your Liverpool slums

In your Liverpool slums
There's piss on the pavement and shit on the path
You finger your grandma and think it's a laugh
In your Liverpool slums
In your Liverpool slums
You used to sing Munich but not anymore
Since 96 Scousers lay dead on the floor
In your Liverpool slums."
 
SCOUSER
Scouser adalah sebutan bagi penduduk Merseyside. Sementara Liverpudlian adalah sebutan untuk penduduk kota Liverpool, meskipun saat ini istilah Liverpudlian lebih identik sebagai sebutan untuk fans Liverpool sementara Evertonian menjadi sebutan untuk fans Everton. So, jangan kaget jika suatu saat ada Scouser yang berkata: "I am Liverpudlian and I support Everton." karena memang aslinya itu adalah sebutan untuk penduduk kota Liverpool.
Kata Scouse sebenarnya merupakan singkatan dari Lobscouse yang artinya makanan daging rebus yang populer dikalangan pelaut di abad 19, jadi dulu para pelaut ketika berlabuh di Liverpool selalu menyantap Lobscouse sehingga akhirnya Scouse menjadi sebuah nama identitas.
Lobscouse

Selain itu Scouse juga menjadi nama dialek. Dialek Inggris Scouse terkenal sebagai dialek yang sangat susah dipahami, sehingga sampai muncul idiom: Kalau anda mengerti apa yang Scouser katakan, berarti anda telah menguasai bahasa Inggris dengan sangat baik.
 

So, that's the brief story about Merseyside and Scouser, now let's shout it loud: